ORGANISASI BELAJAR…..
? ? ? Organisasi belajar merupakan suatu system, satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. System tersebut terdiri atas : belajar, orang, organisasi dan teknologi.
Agar sebuah organisasi dapat bertahan, organisasi tersebut harus terus memperbaharui diri dengan terus belajar. Ada 4 tipologi gaya belajar organisasi yaitu : eksperimentasi, akuisisi kompetensi, benchmarking, dan perbaikan terus-menerus.
Ke-4 tipologi gaya belajar tersebut baik untuk diterapkan dalam suatu organisasi. Akuisisi kompetensi dan benchmarking misalnya, dengan mengeksplorasi dan mengeksploitasi pengalaman belajar organisasi lain
sebuah organisasi dapat belajar banyak dari kegagalan maupun keberhasilan organisasi lain untuk kemudian dijadikan bahan referensi untuk kemajuan organisasi kita.
Namun, menurut saya dari ke-4 tipologi gaya belajar organisasi, eksperimentasi adalah gaya belajar yang paling baik. Sering melakukan eksperimentasi akan membuat sebuah organisasi tumbuh menjadi organisasi yang kuat, inovatif, kreatif dan mandiri dengan kegagalan-kegagalan dan juga keberhasilan- keberhasilan eksperimentasinya tersebut. Namun, bukan berarti gaya belajar yang lain tidak baik. Kita bisa saja menerapkan ke-4 gaya belajar tersebut dalam organisasi kita. Dengan eksperimentasi kita dapat mengetahui kelemahan dan kekuatan organisasi kita, dengan akuisisi kompetensi dan benchmarking kita mendapat pengetahuan tentang kegagalan dan keberhasilan organisasi lain yang dapat kita jadikan pelajaran untuk kemajuan organisasi kita, dan dengan berbekal itu semua diharapkan kita dapat melakukan perbaikan terus-menerus guna menjadi organisasi yang kuat dan sukses.

