Mau kemana setelah lulus dari jurusan Teknologi Pendidikan?…
- Listed: 13 July 2008 2:32 pm
- Expires: This ad has expired
Suatu ketika salah seorang pakar e-learning bertanya: Kalau lulus Teknologi Pendidikan kamu mau jadi apa?
Beberapa orang mahasiswa Teknologi Pendidikan yang memilih konsentrasi Pengembang Media dan Teknologi Kinerja yang ada ketika itu menjawab: Kepala sekolah, guru TIK, pembuat animasi, flash, buat film, kerja didiklat, dsb.
Lantas kemudian ditanya kembali: ‘Lha.. kalo jadi guru TIK apa kompetensi kalian? Toh anak IT yang ada dibidang itu, kalaupun Kepala Sekolah, anak Manajemen Pendidikan yang dibidang itu, kalo dibidang animasi, flash, dsb bukankah anak ‘creative’ yang membidangi itu, dan kalau kerja di diklat bukankah HRD dipegang oleh anak psikologi. Lantas dimana donk kalian?
Kasus seperti di atas tidak jarang terjadi… Di saat hendak PPL, masih dapat ditemukan kurangnya pemahaman tentang konsepsi Teknologi Pendidikan pada mahasiswa (meski tidak semua lho..). Padahal jika kita memahami benar apa itu teknologi pembelajaran, tidak sulit memberitahukan kepada pihak institusi tempat dimana kita PPL bahwa kita ini adalah ‘desainer pembelajaran lho pak..analis media pembelajaran lho pak, desainer pelatihan yang oke lho bu, pembuat media pembelajaran yang tiada duanya lho, perekayasa pembelajaran, dan paling tahu masalah belajar dan pemecahannya, dan pastinya entrepreneur di bidang edukasi, mengerti teknologi kinerja dan learning organization lho bu..’
Kalau pihak institusi terkait mempertanyakan apa landasan kita? teori apa yang melandasi? Tinggal kamu berikan definisi AECT terbaru, plus 5 kawasan TP, lalu jelaskan dengan singkat dan siap-siap ditanya ini-itu. Itu sudah cukup. Namun tentu saja kesemuanya ini perlu dikomunikasikan dengan baik (sayang tidak ada mata kuliah khusus tentang ini…kapan yah ada mata kuliah ‘komunikasi pendidikan?’ beda ama PTKI lho…)
Lain kesempatan, TP sering dikaitkan dengan eLearning, blended learning, dsb..pokoke yang berbau hi-tech deh.. Pokoke ICT dalam dunia pendidikan.. Keren memang kedengarannya.
Saya sendiri pada awalnya sangat tertarik dengan bidang itu…hingga suatu ketika salah seorang pakar e-Learning mengatakan pada saya: ‘Kalau kamu berpikir eLearning hanya sekedar membuat website yang mempertemukan dosen dengan mahasiswa via online, membantu pelajaran diluar perkuliahan, anak SMK juga bisa.. Tinggal install moodle atau lainnya, belajar tutorial online-nya, upload lalu jadi deh..Hanya itu saja?’
Yang membedakan seorang S1 dengan SMK dan D3 adalah konsep. Sebagai contoh, jikalau dikau, sebagai seorang mahasiswa S1 Teknologi Pendidikan yang memang menggandrungi apa itu web based learning, blended learning, dsb, maka baiknya pola pikir untuk skripsi hendaknya di-set: ‘Saya harus menemukan sebuah model yang sesuai untuk pembaharuan di dunia e-learning’. Maksudnya, cara berpikir berorientasi pada model, bagaimana arsitektur pembelajaran eLearningnya, jalur-jalur dan tahapannya.. bukan berorientasi pada tools/software… Bukankah kita learn with technology? coz we’re tpers.. bukan IT kan?
Yang ahli teknologi adalah IT-ers
Tapi yang ahli dalam penggunakan teknologi tuk pendidikan adalah TP-ers
Yang ahli membuat visual menarik untuk komersial adalah Des Grafis
Tapi yang ahli dalam memahami pembuatan media pembelajaran adalah TPers
Yang ahli dalam mengajar adalah guru
Tapi yang ahli mendesain kurikulum adalah TP-ers
Yang ahli dalam konsultasi masalah siswa adalah psikolog pendidikan
Tapi yang ahli dalam hal menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan, itu adalh TP-ers
Coz we’re Learn how to Learn
Mari sama-sama meraih mimpi tuk menjadi seorang ‘ahli’
————–
Nb: tulisan ini dibuat dalam rangka sharing tuk teman-teman yang akan PPL di institusi masing-masing, sehingga saat ditanyakan oleh pihak instansi, teman-teman sudah siap menjawab mau jadi apa teman-teman.
Tuk Pak Wes, akan lebih baik jika tag/kategori desain grafis dihilangkan..diganti dengan desain media pembelajaran, sebab kita ini insan-insan teknologi pendidikan kan?
http://tukerpikiran.blogspot.com
Learn, Live, Love
YM: scienz_2
Related posts:
- Kewirausahaan dan aplikasinya di Teknologi Pendidikan Kewirausahaan merupakan proses menciptakan sesuatu yang lain dengan mengabdikan seluruh...
- Apakah Teknologi Pendidikan itu? Berikut, adalah definisi teknologi pendidikan/pembelajaran berdasarkan beberapa definisi dari tahun...
- Kompetensi Sarjana Teknologi Pendidikan? Saya ini kuliah S1 di program studi teknologi pendidikan. Kalo...
- Sudah saatnya TPers mulai bergerak menyebarkan benih-benih Teknologi Pendidikan di Indonesia Saya jadi inget diskusi di kelas..Saat itu tidak sedikit teman-teman...
- Memahami Teknologi Kinerja dari Dunia Maya 11 & 13 September 2007 Teknologi Kinerja sebagai salah satu...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
112 total views, 4 so far today
15 Comments
Sekilas Info tentang Penulis
- Ditulis oleh: maydina
- telah menjadi Anggota sejak: 13 September 2007
Komentar Terkini
- Uwes A. Chaeruman on definisi sendiri tentang organisasi belajar dan kesimpulan sendiri rasional yang lematarbelakangi OB
- efendi on Mau kemana setelah lulus dari jurusan Teknologi Pendidikan?…
- efendi on Jangan Sampai Sekolah menjadi Pusat “BIMBEL”
- maydina on Facebook, lebih dari sekedar mesin pertemanan
- dida on Membumikan Teknologi pendidikan kepada masyarakat…mungkinkah?

mungkin pertolongan yang paling dibutuhkan saat ini adalah tempat menerapkan ilmu bagi para sarjana teknologi pendidikan. karena pada kenyataanya jangankan memanfaatkan kemampuan para teknolog pembelajaran, tahu akan eksistensinya jurusan ini pun sangat jarang bahkan di lingkungan pendidikan sendiri. so, ribuan sarjana TP harus segera diselamatkan….
ya. gitu dong. TPers harus pede dengan lahan kerjanya…
setuju pak, kita sebagai TPers memang kudu PeDe ma lahan garapa Qt., Jangan karena gengsi and malu jadi ngambil masuk-masuk ke lahan orang
jika saya perhatikan, mahasiswa TP, (termasuk saya) baru sadar tentang keilmuan TP disaat menjelang akhir masanya sebagai mahasiswa. dan lahan apa saja yang dapat kita garap, itu baru dapat diketahui disaat PPL. tapi tidak semua mahasiswa lho.
hal ini dapat disebabkan beberapa hal, salah satunya adalah terputusnya jembatan antara “dunia dalam” dan “dunia luar”. maksudnya adalah terputusnya pengetahuan mahasiswa TP dengan Alumni TP yang telah mengetahui dunia luar.
saat saya mahasiswa, saya hanya mengenal tentang dunia luar dari senior saya yang nota bene mahasiswa juga dan belum mengenal dunia luar secara baik. informasi yang saya dapat pun, tidak utuh.
oleh karena itu diperlukan percepatan informasi dunia luar sehingga mahasiswa TP mendapatkan informasi secara utuh, yaitu dengan cara membuat jembatan antara mahasiswa TP dengan alumni.
itu hanya sebuah saran
rusli menulis: “hal ini dapat disebabkan beberapa hal, salah satunya adalah terputusnya jembatan antara “dunia dalam” dan “dunia luar”. maksudnya adalah terputusnya pengetahuan mahasiswa TP dengan Alumni TP yang telah mengetahui dunia luar.”
–nggak hanya di TP, dimanapun itu.. sangat dibutuhkan koordinasi n jaringan antara alumni dengan mahasiswanya–
keuntungannya:
1.mahasiswa tidak sulit mencari pekerjaan dan memahami what is ‘TP’
2.sebaliknya.. alumni, dengan mudah merekrut orang untuk perusahaann/instansinya..jika butuh orang..
jangan terlalu mikirin yang kayak gitu, ngabisin waktu aja hanya mikiran pekerjaan Tekpend. kita itu rezki udah di atur Allah, jadi tenang aja
tapi gimana dengan kasus mahasiswi yang cenderung kurang “cinta” dengan namanya teknolgi informasi ataupun yang berbau-bau komputer dan teknik????
masalah tentang rejeki memang sudah diatur tapi untuk mendapatkannya kita butuh wadah atapun usaha jangan asal pasrah geto aj…
memang benar keberadaan dan komunikasi alumni sangat dibutuhkan tetapi yang saya amati alumni pun banyak yang bekerja di luar bidang TP, gimana???
makanya Tpers, harus mau gak mau melek TIK
Mau tak mau kita harus melek TIK, minimal tahu sedikit-sedikit..Zaman telah berubah…
nb: teman-teman yang suka nulis kreatif.. ayo gabung di http://gudangkreatif.co.cc
———————maaf selama ini maydina ‘tidur’…
aku butuh link webnya alumnus TP donk???Thx
Nah gimana tuh?…menyikapi ini ..ada artikel terbaru dari saya ttg ini http://tpers.net/?p=1569
Saya baru berniat untuk memilih TP UNJ setelah di beritahu teman, tapi melihat alumnus2 TP yg gak pede dg jurusan mrka bhkan terkesan tdk tau apa tujuan dari jurusan mreka, kok saya jd ragu ya? krn jujur saya tertarik TP karna ada pilihan kosentrasi media, jd klo peluang di bidang pendidikan tdk ada at least bisa kerja di bidang media tapi benar jg kata artikel ini, klo media desain grafis dll kan ada ank IT yg lbh expert so TP jd abu2 statusnya so, utk alumnus TP bisa ga kasih alasan yg meyakinkan saya bhwa TP itu pilihan yg tepat?? thanx b4
alasan yang kuat menurut saya adalah satu pertanyaan saja. apakah ada di dunia ini yang tidak membutuhkan teknologi? semua perlu. katakanlah pertanian, penerbangan, perdagangan, kesehatan, politik dan lain-lain semuanya butuh teknologi. nah, pendidikanpun demikian, butuh teknologi. teknologi pendidikan tidak hanya sekedar berbicara media pendidikan/pembelajaran, juga tidak hanya berbicara teknologi informasi yang dikuasi oleh orang orang IT. tapi bagaimana mendayagunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk pembelajaran yang tepat guna, orang IT tidak tahu, kompetensi itu sedianya dimiliki oleh orang teknologi pendidikan. satu hal lagi, bicara tentang teknologi, tidak hanya menyangkut perangkat keras dan lunak, tapi bicara hardtechnology dan softtechnology yang digabung menjadi satu sebagai suatu sistem untuk memecahkan masalah belajar. itulah teknologi pendidikan.
Kalo bicara masalah lapangan pekerjaan, itu masalah lain. di Indonesia memang keadaannya seperti ini, jangankan lulusan TP, lulusan program studi lainpun sama probabilitasnya dalam hal mendapatkan pekerjaan. kalo tidak ada koneksi, kolusi dan nepotisme agak sulit. kecuali mereka yang punya kreatifitas, keberanian, kepercayaan diri yang tinggi, de el el seabreg lainnya. bukan karena latar belakang program studinya. akhirnya banayak pekerjaan yang dikerjakan oleh orang yang memang tidak memiliki latar belakang pendidikan yang relevan … itu fakta di negeri tercinta ini. Nyatanya banyak insinyur pertanian yang bekerja di bank, banyak insinyur sipil yang bekerja di depdiknas, dan laen-laen ….
hahaha..baca komentar pak uwes n arsip lama tulisan saya, serasa kemakan omongan sendiri…lulusan apa, lagi kuliah apa, nyasar kerjanya apa…but actually Insya Allah I will bek..meramaikan tpers…jika lulus
memang banyak orang bekerja tidak sesuai dengan disiplin ilmu mereka masing-masing.tapi kita sebagai orang teknologi pendidikan harus selalu percaya diri pada bidang kita, karena apa ….?
karena seorang teknolog pendidikan mempunyai tugas yang berat dan mulia, yaitu menentukan arah masa depan pendidikan di negeri kita ini.
mengutip dari yang diatas, orang teknologi pendidikan mempunyai kompetensi sebagai :
‘desainer pembelajaran lho pak..analis media pembelajaran lho pak, desainer pelatihan yang oke lho bu, pembuat media pembelajaran yang tiada duanya lho, perekayasa pembelajaran, dan paling tahu masalah belajar dan pemecahannya, dan pastinya entrepreneur di bidang edukasi, mengerti teknologi kinerja dan learning organization lho bu..’
kurang apa coba,,,,,
Seharusnya Pemerintah sudah saatnya untuk mengerti, bahwasanya pendidikan itu butuh perhatian yang sangat khusus dan ekstra. karena masa depan bangsa itu bergantung kepada PENDIDIKAN.
untuk menciptakan suatu pendidikan yang baik dan berkualitas orang TP lah ahlinya.
Oleh karena itu, kepada pemerintah yang terhormat,
entah itu presiden, Menteri Pendidikan,DPR, MPR, Dinas Pendidikan ataupun lainnya, berilah kesempatan kepada Teknologi Pendidikan untuk mengurusi pendidikan di negeri kita tercinta ini.
dan buat teman2 TP lainnya, harus tetap semangat menyebarkan benih-benih Teknologi Pendidikan.