Tips Skripsi: Pengembangan dan Evaluasi Media
- Listed: 1 July 2009 4:49 am
- Expires: This ad has expired
Dear pembaca… mohon maaf sudah lama tidak posting artikel disini. Kali ini say a ingin menyoroti masalah kelemahan dalam skripsi yang dilakukan mahasiswa khususnya ketika mereka melakukan pengembangan media pembelajaran. Mudah-mudahan ini bermanfaat.
Di jurusan Teknologi Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta dimana saya juga mengajar disana, semakin banyak teman-teman mahasiswa S1 yang melakukan skripsi dengan pengembangan dan evaluasi bukan penelitian. Diantaranya pengembangan media pembelajaran dan evaluasi media atau evaluasi program.
Beberapa kali saya menguji skripsi atau menguji dalam seminar hasil skripsi, ada satu hal penting yang terlewat pada tahap expert review (baik kepada ahli media, ahli desain pembelajaran, ahli materi, atau ahli lain). Dalam melakukan expert review, kebanyakan mahasiswa hanya mengirimkan suatu angket dengan skala penilaian 1 s/d 5. Tidak salah sih dengan angketnya. Hanya saja butir-butir pernyataan dan deskriptor untuk setiap skala tersebut. Mahasiswa sebaiknya memberikan panduan penilaian lengkap dengan deskriptornya. Contoh deskriptor adalah sebagai berikut:
Ketika Anda membuat suatu pernyataan, “Kualitass audio”, misalnya. Apa kriteria bagi ahli yang akan mengisi kuesioner tersebut untuk memberikan nilai pada skala 1, 2, 3, 4 atau 5? Sebaiknya Anda buat keriteria/deskriptor sebagai berikut, misalnya:
1 = jika suara tidak terdengar sama sekali
2 = jika suara terdengar tapi lebih banyak noise (berisik)
3 = jika suara terdengar dengan tingkat noise (berisik) yang tidak menggangu
4 = jika suara terdengar lebih bersih dengan tingkat noise (berisik) hampir tidak ada
5 = jika suara terdengar dengan bersih tanpa noise (berisik) sama sekali.
Nah deskriptor/kriteria seperti diatas, hendaknya dibuat untuk semua butir pernyataan dalam angket.
Permasalahn kedua, mahasiswa hanya mengandalkan angket tersebut sebagai bahan masukan untuk revisi ketika mengembangkan media pembelajaran atau ketika mengevaluasi media pembelajaran. Padahal hasil dari angket gtersebut hanya menggambarkan beberapa keunggulan dan kelemahan (deviasi) dari produk yang kita kembangkan atau evaluasi. Oleh karena itu, sebaiknya Anda meminta input yang lebih konkrit untuk setiap aspek secara lebih rinci.
Berikut adalah input konkrit yang saya berikan ketika ada satu mahasiswa dari Fakultas MIPA yang meminta saya sebagai ahli media. Silakan download disini: media-expert-opinion-untuk-ebook-inti-atom-dan-radioaktifitas
Mudah-mudahan bermanfaat, dan menjadi inspirasi.
Masalah lain, ketika sidang skripsi, mahasiswa tidak menunjukkan proses ketiak draft awal seperti apa, masukan dari ahli seperti apa, perbaikannya menjadi bagaimana, kemudian dilakukan evaluasi satu-satu, masukannya seperti apa, hasil revisinya seperti apa, dan setelah evaluasi kelompok kecil atau mungkin uji lapangan masukannya seperti apa dan hasil revisi akhirnya seperti apa. semua proses itu tidak ditunjukkan atau dibuktika, yang ditunjukkan hanyalah hasil akhir. Ini menjadi titik kelemahan dari keilmiahan produk yang dikembangkan, khususnya bagi Anda yang skripsi dengan pengembangan.
Artikel ini saya khususkan untuk para mahasiswa TP yang skripsinya sedang dana akan saya bimbing. Jika memang berkenan, juga diperuntukan bagi para mahasiswa lain dimana saja yang skripsinya adalah pengembangan atau evaluasi.
SELAMAT BERDJOEANG!
Related posts:
- Penelitian Pengembangan Alhamdulillah, tidak seperti zaman dulu ketika saya kuliah S1 di...
- Media Pembelajaran vs Alat Bantu Pembelajaran Apakah ada bedanya ….. kayaknya ini salah satu lirik laginya...
- Lingkup Penelitian Pengembangan Memenuhi janji kemaren. Setelah nulis tentang gambaran umum penelitian desain...
- “Blog” sebagai Media Pembelajaran Menurut Fryer dalam makalah Strategy for effective Elementary Technology Integration...
- Media Pembelajaran di dalam Desain Pembelajaran Media Pembelajaran Didalam mempelajari desain pembelajaran, terdapat pula media pembelajaran....
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
28 total views, 2 so far today
8 Comments
Sekilas Info tentang Penulis
- Ditulis oleh: Uwes A. Chaeruman
- telah menjadi Anggota sejak: 28 August 2007
Komentar Terkini
- Uwes A. Chaeruman on definisi sendiri tentang organisasi belajar dan kesimpulan sendiri rasional yang lematarbelakangi OB
- efendi on Mau kemana setelah lulus dari jurusan Teknologi Pendidikan?…
- efendi on Jangan Sampai Sekolah menjadi Pusat “BIMBEL”
- maydina on Facebook, lebih dari sekedar mesin pertemanan
- dida on Membumikan Teknologi pendidikan kepada masyarakat…mungkinkah?


assalamualaikum kak. kak saya sudah akan memasuki smster5. nah saya sudah mulai memikirkan apa yg akan saya buat nanti di skripsi. saya mau tanya, saya mengambil konsentrasi media. yg saya ingin tanyakan , jika skripsinya mengambil tema pengembangan, contohnya seperti mengembangkan audio untuk pelajaran. lalu kalau mengembangkan blogs untuk media belajar bisa apa ga disebut pengembangan ??
hihi eh salah panggilnya malah kak. yg nulis pak uwes,, hhee maap pakk
kalau begitu kuesioner saya kemarin masih amat sangat kurang sekali ya pak?
jadi ingin mengulang skripsi lagi…
Ass pak…
Pak, saya hendak bertanya kalau yang ingin di kembangkan adalah sebuah program pelatihan apakah hasil akhirnya berupa programnya saja atau dengan bahan ajar nya pak??
saya ingin menulis tentang evaluasi media pembelajaran. kiranya sub apa saja yg harus saya bahas? thanks
sebaiknya semuanya, termasuk bahan ajarnya. but, it depends on dosen pembimbing. he he he he
berarti jika kita buat skripsi pengembangan harus memiliki produk dulu dong sebelum bisa penelitian. wah lumayan susah juga ya… mas uwes balas dong pesan saya yg waktu nie…
Bukan begitu maskudnya. Penelitian pengembangan bukan berarti harus sudah punya produk, tapi memang ketika akan atau sedang mengembangkan produk. Misalnya Anda mengembangkan suatu sistem pelatihan tertentu, atau sedang mengembangkan media pembelajaran tertentu, dll.