Komunitas pembelajar TP, mungkinkah?
- Listed: 2 January 2010 2:46 am
- Expires: This ad has expired
Ini bukan pertama kalinya saya melihat fenomena ini…di tempat lainpun sama…
Yaitu antara alumni, mahasiswa, n jurusan belum ter-link dalam sebuah komunitas…
Kalau ada yang mengikuti seminar internasional oleh seorang Profesor TP, mungkin sudah tidak asing lagi mendenger istilah community learning yang ada dalam presentasi/paparannya.
Saya kali ini tidak terlalu membahas tentang teorinya..tetapi justru ingin menyentil saja pentingnya kolaborasi antara alumni, jurusan, dan mahasiswa itu sendiri dalam sebuah wadah online/forum..sehingga komunikasi bisa berjalan dengan baik dan tidak terjadi noise.
Dulu …saya pernah mendapati sebuah universitas dimana antara ketiga elemen tersebut tidak bersinergi dengan baik, akibatnya saling salah-salahan… Tentunya hal seperti ini tidak ingin terjadi bukan? Kebutuhan mahasiswa yang masih semester 1-4 adalah keingintahuan tentang mimpi-mimpi apa kelak disaat mereka lulus. Sebab kala itu, semangat dan idealisme mereka tinggi. Tak jarang ingin memiliki wadah ekspresi sebagai wujud pembelajarn based on konstruktivisme. Maka nggak heran jika kita mengecek karateristik pengguna facebook kebanyakan adalah usia 19-24 tahun lihat http://www.checkfacebook.com tuk mengecek perseabran pengguna facebook indonesia.
Gak usah sulit-sulit menghubungkan ketiga elemen itu lagi…cukup dengan facebook groups, fb, n twitter sudah cukup..Namun akan lebih ok jika ditambah blog sebagai media ekspresi n komunikasi online dan acara temu muka alias gathering diantara itu semua.
Dari gathering yang rutin dilaksanakan (bukan hanya gathering..tapi juga terjadi proses transfer knowledge dalam tiap event), maka secara bertahap jalinan silaturahmi n komunikasi diantara ketiga elemen itu semakin erat, Dari situlah kemudian keberlangsungan dan regenerasi dapat berjalan kembali. Dan untuk melakukan itu semua cukup dengan itikad bai kbukan? kalo amslaah dana, bisa ditalangin dengan model kerja sama-sponsorship, etc yang melibatkan ketiga elemen..tentu saja dengan kemampuan ‘bargaining’ yang ok dari para inisiator.
Nah dari situlah lambat laun komunitas pembelajar TP mulai dapat dikenla masyarakat dan eksis. Secara langsung atau tidak langsung jika kegiatan ini berjalan secara kontinu..bukan hal yang lama, untuk membuat indonesia cepat membuka mata akan pentingnya sarjana teknologi pendidikan kelak…
Semoga saja…
Go Tpers Indonesia..^_^
nb: I’ve done that..with my friends..even in another sector..;)
Related posts:
- Membumikan Teknologi pendidikan kepada masyarakat…mungkinkah? Teknologi pendidikan itu apa kak? Adalah sebuah pertanyaan yang...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
23 total views, 1 so far today
No Comments
Sekilas Info tentang Penulis
- Ditulis oleh: maydina
- telah menjadi Anggota sejak: 13 September 2007
Komentar Terkini
- Uwes A. Chaeruman on Tugas #1: Konsep Organisasi Belajar
- Uwes A. Chaeruman on definisi sendiri tentang organisasi belajar dan kesimpulan sendiri rasional yang lematarbelakangi OB
- efendi on Mau kemana setelah lulus dari jurusan Teknologi Pendidikan?…
- efendi on Jangan Sampai Sekolah menjadi Pusat “BIMBEL”
- maydina on Facebook, lebih dari sekedar mesin pertemanan
